Balantik

Ugeng dan Nur Meraup Untung dari Batok dan Air Kelapa di Pasar Manonjaya

foto

Ugeng tengah mengupas kelapa parut di kios Pasar Manonjaya./r/ om/ist.

CBN.com.- Permintaan bahan baku arang batok kelapa mengalami kenaikan. Hal ini didasari dari pesanan cangkang batok kelapa yang sudah dikupas meningkat.

Bahkan para pembuat arang batok kelapa harus lebih awal mengambil di tempat pengupasan kelapa parut.

"Meski sudah dipesan lebih dulu, cangkang batok sudah ada yang ambil," kata Ugeng (59) pekerja pengupas kelapa parut di Pasar Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (10/9/21).

Ditambahkan, para perajin pembuat arang batok kelapa kerap mendatangi tempat pengupasan. Bahkan di antara mereka memberikan uang persekot.

"Muhun sok masihan di payun artosna, meh barangna teu dipasihkeun kanu sanes. (Ya..lebih dulu memberikan uang agar barangnya tidak di kasih ke orang lain)," imbuh Ugeng.

Para perajin tersebut umumnya di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Seperti daerah perbatasan Kota-Kabupaten (Awipari-Manonjaya).

Kemudian ada yang datang dari Cineam dan Gunungtanjung. Mereka datang silih berganti dengan perbedaan jam.

"Saat dari Cineam datang ke tempat pengupasan. Satu jam kemudian datang lagi dari Gunungtanjung," kata Ugeng.

Cineam dan Gunungtanjung merupakan wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Kedua wilayah tersebut berada di wilayah Timur Kabupaten Tasikmalaya.

Disebutkan, perajin arang batok yang nasibnya mujur dan lebih awal datang ke tempat pengupasan, itu adalah nasib baik.

"Karena cangkang batok kelapa masih ada. Jadi siapa yang lebih dulu, itu adalah miliknya," jelasnya lagi.

Ugeng memulai mengupas kelapa pukul 08.WIB hingga sore hari pukul 16.30 WIB.

Setiap harinya Ugeng mampu mengumpulkan 50 kilogram batok kelapa. Sementara harga per kilogramnya Rp 1.000,-.

Nata de Coco

Di sisi lain, Nur (40) seorang penjual kelapa parut di Pasar Manonjaya menuturkan, bukan hanya cangkang batok kelapa yang laku dijual.

"Tapi air kelapanya pun banyak yang mencari," tutur Nur.

Ini artinya, tambahnya, tidak ada yang tersisa dan terbuang dari satu butir kelapa yang belum dikupas.

"Mulai batok hingga air kelapanya banyak yang mencari,"imbuhnya lagi.

Air kelapa, kata Nur, adalah bahan baku pembuatan nata de coco. Biasanya permintaan air kelapa akan meningkat menjelang bulan Puasa.

"Nata de coco adalah makanan campuran untuk minuman segar, seperti sirop dan sejenisnya," jelasnya.

Permintaan di hari biasa, tambah Nur, berjalan normal. Bahkan persediaannya pun bisa terkendali.

"Satu minggu bisa terkumpul 20 jerigen. Dengan ukurun setiap jerigennya 25 liter," pungkasnya. (r/ om) **

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Vaksinasi Covid-19 di Kota Bandung
Nomor-nomor Telepon Penting
Nomor-nomor Telepon Penting
Nomor-nomor Telepon Penting
Nomor-nomor Telepon Penting