Terkendala Anggaran

Pembangunan Sarana Olahraga Paralayang Pasirgowong Tertunda

foto

Suasana di atas Bukit Pasirgowong (foto atas). Kades Nanggewer (berpeci) mengantar rombongan ke lokasi (foto bawah)./r/om/ist

CitraBandungNews.com.- Pembangunan sarana olahraga paralayang di Pasirgowong, Desa Nanggewer, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tertunda akibat anggaran.

Hal itu diakui oleh Kepala Desa Nanggewer, Endang Sunarli saat dihubungi melalui jejaring sosial WhatsApp, Senin (13/9/21) pkl 20.45 WIB malam.

"Seharusnya pembangunan tahun ini sudah dimulai. Namun, karena terbentur anggaran terpaksa tertunda," tulis Kades dalam WhatsApp pribadinya.

Hingga saat ini, tulisnya lagi, pihaknya belum melakukan konfirmasi kepada pihak terkait di pemerintahan kabupaten.

Hal itu, tambahnya, disebabkan situasi pandemik yang masih menjadi kendala jika terus ditanyakan.

"Jadi, kami belum bisa bertandang kembali ke pemkab untuk menanyakan langsung," akunya.

Namun yang pasti, jelasnya, setelah ada perubahan anggaran tahun ini, pembangunan Pasirgowong sebagai sarana olahraga paralayang akan terlaksana.

Diakuinya, peninjauan lokasi oleh intansi terkait sudah dilakukan seperti KONI Kabupaten serta dari Lanud Wiriadinata Tasikmalaya.

"Tentunya untuk memastikan layak dan tidaknya digunakan olahraga paralayang," tulisnya.

Sementara itu, kegiatan olahraga paralayang yang dilakukan oleh para atlet tetap berjalan dan pelaksanaanya terjadwal.

"Untuk kegiatan atlet tetap ada. Sekadar latihan atau mengenal fisik Pasirgowong," jelasnya.

Pasirgowong yang terletak di antara Kampung Cibungur dan Kampung Cihalisan, sebelumnya akan dibangun fasilitas olahraga paralayang bertarap nasional-internasional.

Menurut Kades Endang, jika pembangunan itu terlaksana akan mendatangkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) bagi desa, kecamatan, bahkan pemkab.

Disebutkan, bukan sekadar sebagai tempat olahraga paralayang juga menjadi destinasi wisata yang menjanjikan.

Hal ini, kata kades, didasarkan saat berada di atas bukit, para pengunjung akan melihat hamparan pesawahan, permukiman, hingga bentangan ruas jalan protokol nan memesona.

"Istilahnya bisa jauh memandang bak permadani nan elok," pujinya, setengah promosi.

Destinasi wisata inilah, cetusnya, akan menjadi andalan yang bisa dijual ke publik.

"Bukan hanya menawarkan fasilitas olahraga paralayang, tetapi pemandangannya yang eksotik," tulisnya. (r/om) **

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Nomor-nomor Telepon Penting
Alasan Debt Collector Pinjol Sering Menagih Paksa
BIDIK - Pusat Daur Ulang Kota Bandung
Hasil Drawing, Terdapat Sejumlah Grup Neraka
RAC DPC Ikadin Tasikmalaya akan Digelar Sabtu (18/9)