Saur Dani Ramdhan

Jabar Harus Siap Antisipasi Bencana Akibat La Nina

  • Rabu, 15 September 2021 | 07:58 WIB
foto

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jabar, Dani Ramdhan./r/om/ist

CitraBandungNews.com. - Dani Ramdhan, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat mengingatkan, Jabar harus siap mengantisipasi bencana akibat fenomena La Nina (hujan terus- menerus).

Hal tersebut telah diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofosika (BMKG) muncul akhir 2021.

"Pengurangan risiko bencana itu lebih menekankan pada upaya pencegahan terjadinya bencana," kata Dani kepada awak media di kantornya, Selasa (14/9/2021).

Jadi, jelasnya, segala upaya yang dilakukan prabencana seperti tindakan pelestarian lingkungan harus segera dilakukan.

Karena, tambahnya, 90 persen bencana yang terjadi berakar pada kerusakan alam. Maka, upaya yang dilakukan adalah melestarikan alam.

Dani menyebutkan, sebagian besar bencana di Jabar adalah bencana hidrologi atau selalu berkaitan dengan air seperti banjir, tanah longsor, tanah bergerak, bahkan tsunami.

“Bencana yang terjadi akibat air tidak lagi bisa ditahan karena pohon-pohon semakin berkurang,” katanya.

Ditambahkannya, kemarau saat ini disebut sebagai kemarau basah. Artinya tetap membawa potensi hujan ringan, sedang, dan besar.

"Dalam prediksi Lanina, BMKG mengakatakan musim cenderung basah yang artinya intensitas hujan akan naik 40-80 persen," imbuhnya.

Lebih lanjut Dani memaparkan, bahwa berdasarkan peta potensi bencana, hampir semua daerah di Jabar memiliki potensi bencana yang ditandai dengan warna merah.

"Terutama di daerah non-perkotaan, hampir semua warnanya merah. Di situlah kita antisipasi dengan kesiagaan bencana," pungkasnya.

Sementara itu, Jabar sedang menuju provinsi berbudaya tangguh bencana, yang dituangkan ke dalam konsep Jabar Resiliance Culture Province (JRCP).

"Dalam penyusunan cetak biru JRCP melibatkan semua stakeholders," kata Gubernur Jabar, Ridwan kamil di selasar Gedung Sate, Senin (13/9/21).

Lebih jauh Gubernur memaparkan, JRCP mencakup pendidikan masyarakat dan preventif bencana, pendidikan di sekolah.

"Seperti infrastruktur pengendali, penguatan kelembagaan pemerintah yang mencakup regulasi, pembangunan berkelanjutan 3P," katanya.

Tiga P yang dimaksud adalah planet, people, dan profit juga anggaran. (r/om)

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Hari Pertama Ganjil Genap di Puncak
PPKM Diperpanjang dari 7 - 13 September 2021
Alasan Debt Collector Pinjol Sering Menagih Paksa
Kata Menko Luhut PPKM Jawa-Bali Berlanjut
Nomor-nomor Telepon Penting