Quraish Shihab:

Islam Agama yang Dibenarkan Allah SWT

foto

Cendekiawan muslim Quraish Shihab./republika.co.id/ist.

CitraBandungNews.com.- Dalam perspektif kaum muslim, Islam merupakan agama satu-satunya yang dibenarkan (diridai) Allah SWT dan tidak ada yang menyamainya. Tentang Allah SWT rida kepada agama Islam ditegaskan dalam surat Al-Imran ayat 19 yang artinya:

"Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya."

"Ayat ini menurut Ibn Katsir mengandung pesan dari Allah bahwa tiada agama di sisi-Nya, dan yang diterima-Nya dari seorang pun kecuali Islam," tulis Prof Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah, dilansir republika.co.id.

Makna Islam yakni mengikuti rasul-rasul yang diutus-Nya setiap saat hingga berakhir dengan Muhammad saw. Dengan kehadiran beliau, telah tertutup semua jalan menuju Allah kecuali jalan dari arah beliau sehingga siapa yang menemui Allah setelah diutusnya Muhammad saw. dengan menganut satu agama selain syariat yang beliau sampaikan, maka tidak diterima olehNya.

Ini sebagaimana firman-Nya. "Barangsiapa mencari agama selain Islam maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (Al-Imran 85).

Jika demikian, dia menjelaskan, Islam adalah agama para nabi karena istilah muslimin digunakan juga untuk umat-umat para nabi terdahulu.

Karena itu, mengutip asy-Sya‘rawi Islam tidak terbatas hanya pada risalah Nabi Muhammad saw, tetapi Islam adalah ketundukan makhluk kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam ajaran yang dibawa oleh para rasul, yang didukung oleh mukjizat dan bukti-bukti yang meyakinkan.

Hanya saja, kata Islam untuk ajaran para nabi yang lalu merupakan sifat. Sedangkan umat Nabi Muhammad saw memiliki keistimewaan dari sisi kesinambungan sifat itu bagi agama umat Muhammad, sekaligus menjadi tanda dan nama baginya.

Ini karena Allah tidak lagi menurunkan agama sesudah datangnya Nabi Muhammad saw.

Selanjutnya, ulama Mesir kenamaan itu mengemukakan bahwa nama ini telah ditetapkan jauh sebelum kehadiran Nabi Muhammad saw. Firman Allah yang disampaikan oleh Nabi Ibrahim dan diabadikan A Quran menyatakan:

“Dia (Illah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam Al Quran." (Al-Hajj 78).

Karena itu pula, agama-agama lain tidak menggunakan nama ini sebagaimana kaum muslim tidak menamai ajaran agama mereka dengan Muhammadinisme. Di sisi lain diamati bahwa dalam Al Quran tidak ditemukan kata Islam sebagai nama agama kecuali setelah agama ini sempurna dengan kedatangan Nabi Muhammad saw.

Dari semua yang dijelaskan di atas, tidak keliru jika kata Islam pada ayat ini dipahami sebagai ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. baik dari tinjauan agama maupun sosiologis.

Itulah nama ajaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw. Secara akidah Islamiah, siapa pun yang mendengar ayat itu dituntut untuk menganut ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw.

Di mata Allah, semua agama yang dibawa oleh para rasul adalah Islam sehingga siapa pun sejak Adam hingga akhir zaman yang tidak menganut agama sesuai yang diajarkan oleh rasul yang diutus kepada mereka, maka Allah tidak menerimanya. (fen/sumber: republika.co.id) **

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Pengingat bagi Orang yang Mampu Tapi tidak Berhaji
Ibadah yang Dijamin Diterima Allah dan Keutamaan Membaca Selawat atas Nabi
Jadwal Salat (Bandung) dan Renungan Pagi
Jadwal Salat (Bandung) dan Renungan Pagi
Saudi: Umrah Hanya untuk Jemaah dengan Vaksin Lengkap