MENUJU TANAH SUCI

Terkait Pemberangkatan Jemaah Umrah, KJRI: Pertemuan dengan Saudi Masih Terus Dilakukan

foto

Ilustrasi./via ihram.co.id/ist.

CitraBandungNews.com.- Konjen RI Jeddah Eko Hartono menyebut pertemuan dengan pihak Saudi sejauh ini terus dilakukan. Hal ini menyusul persiapan teknis yang dilakukan simultan oleh Kementerian Agama Indonesia terkait keberangkatan jemaah umrah.

"Untuk pertemuan dengan Saudi, sejauh ini terus dilakukan terutama antara tim teknis Kementerian Kesehatan kedua pihak. Ini untuk integrasi aplikasi PeduliLindungi dengan aplikasi Tawakkalna," kata dia seperti dilansir Republika yang menghubunginya, Ahad (17/10/2021).

Ia pun menyampaikan harapannya agar dalam waktu dekat bisa tercapai kesepakatan antara dua belah pihak. Dengan demikian, jemaah umrah asal Indonesia bisa segera diberangkatkan.

Menyusul pemberitahuan yang disampaikan Kementerian Dalam Negeri Saudi tentang pelonggaran sejumlah protokol kesehatan (prokes), ia menyebut sejak subuh tanda atau stiker di Masjidilharam sudah dicabut. Jemaah yang hendak melakukan ibadah sudah tidak lagi berjarak.

Meski demikian, ia menegaskan penggunaan masker masih wajib di dalam masjid. Pun, mereka yang bisa masuk adalah penerima vaksin Covid-19 dua dosis.

"Air zamzam sudah bebas lagi ambilnya. Tetap untuk masuk ke dalam masjid baik untuk umrah atau shalat harus ada izin," lanjutnya.

Apresiasi Pelonggaran

Sementara itu, penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah bersyukur Kerajaan Arab Saudi telah melonggarkan protokol kesehatan (prokes). Artinya warga di sana sudah boleh beraktivitas di tempat umum tanpa menggunakan masker dan menjaga jarak.

"Prokes di Arab Saudi semakin di pelonggaran. Alhamdulillah. Artinya pandemi sudah akan berakhir," kata Pemilik Travel Taqwa Tours Rafiq seperti dilansir Republika yang menghubunginya, Sabtu (16/10/2021).

Rafiq yang juga pembimbing ibadah haji dan umrah menuturkan, grafik penularan covid di Arab Saudi saat ini sangat rendah. Menurut pemantauannya dalam tujuh hari terakhir angka penularannya kurang dari 50 kasus.

Maka dari itu kata Rafiq, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi telah menetapkan beberapa protokol kesehatan terbaru yang melonggarkan warganya dalam beraktivitas. Di antaranya memperbolehkan warganya beraktivitas di ruang terbuka tanpa menggunakan masker.

"Begitupun dengan pembatasan kapasitas gedung pertemuan, Masjid hingga sarana transportasi umum kini boleh digunakan tanpa adanya pembatasan kapasitas," katanya.

Rafiq menuturkan, dalam hal penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah, hal ini akan menekan biaya transportasi. Artinya ini dapat meringankan beban biaya yang harus dibayar oleh jemaah.

Rafiq mengakui, belum dapat informasi terkini terkait kondisi penginapan atau hotel, apakah prokes di hotel sudah dipelonggar atau masih ketat. Sehingga kamar tidak boleh diisi penuh.

"Selanjutnya kami masih menunggu informasi apakah akomodasi hotel juga akan diperbolehkan menggunakan kamar dengan formasi triple (sekamar bertiga) atau quad (sekamar berempat). Mengingat sebelumnya masih dibatasi sekamar berdua saja," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengumumkan akan mulai melonggarkan pembatasan Covid-19 pada Ahad (17/10). Pelonggaran ini memungkinkan pertemuan dan mencabut beberapa mandat masker bagi mereka yang telah menerima kedua dosis vaksin Covid-19.

"Masker di ruang terbuka tidak lagi wajib untuk orang yang divaksinasi penuh. Masyarakat harus tetap memakainya di ruang tertutup dan area yang tidak dipantau oleh aplikasi pelacakan Tawakkalna," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang dilansir di Al Arabiya, Jumat (15/10).

Peraturan jarak sosial juga akan dicabut. Tempat-tempat umum, transportasi, restoran, bioskop, dan pertemuan lainnya yang dipantau oleh Tawakkalna akan diizinkan beroperasi dengan kapasitas penuh. Sekali lagi, aturan baru ini hanya berlaku untuk orang-orang yang telah menerima kedua dosis vaksin.

Pembatasan pengunjung ke Masjidilharam juga telah dicabut. Jamaah yang telah menerima kedua dosis vaksin sekarang dapat mengunjungi masjid dengan tetap mengenakan masker dan menggunakan aplikasi pelacakan umrah. Aturan yang sama akan berlaku untuk Masjid Nabawi di Madinah.

Acara di aula pernikahan akan diizinkan tanpa batasan kehadiran, meskipun mereka yang terlibat tetap harus mematuhi tindakan pencegahan termasuk tetap menggunakan masker di ruang tertutup. Kementerian dalam negeri menyatakan aturan tersebut dapat berubah tergantung pada perkembangan pandemi.

Aturan yang berbeda juga dapat diberlakukan di berbagai wilayah Kerajaan tergantung pada tingkat infeksi lokal. Jumlah kasus harian telah menurun dalam beberapa bulan terakhir setelah puncaknya pada akhir Juli. Tingkat vaksinasi meningkat karena pihak berwenang mewajibkan vaksin bagi masyarakat untuk memasuki tempat-tempat tertentu. (fen) **

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Mualaf Cantik Amerika Berjuang Keras demi Bisa Memakai Hijab
Jadwal Salat (Bandung) dan Renungan Pagi
Perangi Islamofobia, Lelaki Turki Keliling Eropa Kenalkan Islam Bersepeda
Jadwal Salat (Bandung) dan Renungan Pagi
Jadwal Salat (Bandung) dan Renungan Pagi