Skyscraper
Skyscraper

TITIAN RAMADAN

Tiang Rapuh Bangunan Mudah Runtuh

foto

Ilustrasi./dok/net.

KALAU kita jalan-jalan tampak bangunan-bangunan baik rumah maupun yang lainnya berdiri kokoh. Itu tak lain karena disangga oleh bahan bangunan yang kuat.

Rumah panggung kokoh berdiri karena ditopang atau disangga oleh tiang-tiang kayu yang satu sama lain saling menguatkan dan dipasak dengan paku kecil maupun besar.

Gedung-gedung berdiri kokoh karena ditopang oleh tembok berbahan adukan pasir dan semen, tengahnya diganjal batu bata yang saling mengait. Bahkan, untuk bangunan bertingkat atau pencakar langit tak cukup adukan dan batu bata atau sejenisnya, tetapi menggunakan kerangka besi beton. Untuk apa? Ya, agar kuat, kokoh berdiri dan bermanfaat.

Pun dengan ibadah puasa kita, agar kuat membutuhkan fondasi dan tiang-tiang yang kokoh bahkan harus sejenis tiang beton seperti pada bangunan pencakar langit. Mengapa? karena godaannya pun sangat besar, ibarat terpaan alam terhadap bangunan bisa berupa badai, angin puting beliung, gempa, dsb.

Jika bangunan fondasi dan tiangnya rapuh, pasti mudah runtuh. Pun dengan ibadah puasa kita, jika tiangnya rapuh maka puasa bisa batal hanya karena terpaan godaan kecil apalagi besar misal bedusta, gibah, meninggalkan kewajiban lain seperti salat. Maka, puasa yang demikian bisa tergolong "lagha" alias tak bermanfaat.

Sebaliknya puasa dengan tiang yang kokoh, bukan saja akan terhindar dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa karena akan berhati-hati, namun juga bisa menghapus dosa-dosa yang telah lalu.

Apakah tiang ibadah puasa? Tak lain dia adalah iman sebagaimana sabda Nabi saw. dalam hadis yang artinya:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni baginya dosa-dosa yang telah lalu.” (fen) **

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Jadwal Salat (Bandung) dan Renungan Pandan
Jadwal Salat (Bandung) dan Renungan Pandan
Keutamaan-keutamaan Puasa Ramadan
Jadwal Salat (Bandung) dan Renungan Pandan
Jadwal Salat (Bandung) dan Renungan Pandan