Skyscraper
Skyscraper

CELURIT (Cerita Lucu Ngabuburit)

"Makanya Kang, Puasa itu Harus Sabar" (3)

foto

Ilustrasi/pixabay.com

"KOLAK apaan? Dibikin juga belum," sahut Bi Icih, terheran-heran melihat Lamsijan sudah heboh minta jatah santapan takjil.

"Gimana kamu teh Icih, sudah saatnya buka belum ada kolek. Tega nian dikau, tak sayang suami ya?"

"Sudah saatnya bagaimana ari Akang? Lihat tuh matahari masih tinggi!"

"Emangnya tanda buka puasa itu matahari? Pan sidik bin jelas azan telah terdengar. Bukankah itu tanda buka puasa?" tanya Lamsijan sudah tak sabar ingin segera membasahi tenggorokannya yang kering dengan kolek candil.

"Dasar suami jauh ka bedug. Gema azan yang mana? Kalau gema azan untuk salat magrib memang betul saatnya buka puasa. Yang terdengar barusan mah pan gema azan salat zuhur. Artinya, Akang bukannya sibuk menta kolek untuk buka, tapi buka kopiah, buka sandal, lalu wudu dan salat zuhur berjemaah di masjid !" kata Bi Icih panjang lebar.

"O iya yah baru azan zuhur ini teh, maaf Cih. Kirain teh sudah azan magrib."

"Makanya Kang, puasa itu harus sabar. Namanya juga jihad alias berjuang yang membutuhkan pengorbanan. Itu yang harus dingat, bukan makanan melulu!" Bi Icih teu kagok mendakwahi sang suami. (habis) **

Bagikan melalui
Berita Lainnya
"Tong, Kenapa Kamu teh?" (1)
"Bulan Ramadan ini Bulan Ujian!" (3)
"Rezeki Ngidam Ayam Jago" (1)
"Bulan Ramadan ini Bulan Ujian!" (2)
"Imsak, imsaaaaaak!"