Skyscraper
Skyscraper

CELURIT (Cerita Lucu Ngabuburit)

"Besok Kita Belanja ke Soping Emper Toko" (3)

foto

Ilustrasi/pixabay.com

"NYA heueuh kalo marahnya yang tak beralasan mah. Emangnya kalau anak-anak mengganggu, anak baong buraong, harus dibiarkan?" kata Lamsijan.

Toh ia penasaran juga mengapa kedua anaknya begiu riang. Apa pasal? Ketika Bi Icih menjelaskannya, Lamsijan giliran surak, malah lebih heboh daripada si Otong dan si Eneng.

"Jadi, Akang sudah punya uang untuk membelikan pakaian lebaran baru buat si Otong dan si Eneng?"

"Iya ya Pak?" kata si Otong dan si Eneng ceria.

"Siapa bilang begitu? Wong kerjaan cuma hardolin, dari mana punya uang?" jawab Lamsijan membuat Bi Icih dan kedua anaknya terbengong-bengong.

"Lalu kenapa Akang surak gembira?"

"Bagaimana tidak gembira Icih, baru dikabari akan dibelikan baju baru kedua anak kita yang kasep dan geulis ini sudah gembira. Kalau sudah gembira ya udah saja, tak usah dibelikan. Bukankah beli baju itu untuk bergembira ria? Pan gembiranya sudah!" celoteh Lamsijan sambil ngagoloyoh lagi nubruk bantal, tampaknya mau melanjutkan mimpi indahnya.

"Ayah nurustunjung! Lieur sugan kamu teh?" Bi Icih giliran membudalkan amarah. Si Otong dan si Eneng seketika itu juga menangis sejadi-jadinya.

"Tah kitu nangis, kalau nangis pan Bapak jadi kasihan. Ya udah, kapan-kapan kita belanja ke soping emper toko beli baju baru!" kata Lamsijan.

"Soping emper toko mah tukang loak atuh Kang?"

"Yang penting baru, baru belinya, bukan baru bajunya," celoteh Lamsijan.

"Nurustunjung! Suami lieur!" tukas Bi Icih, ngagadeud. (habis) **

Bagikan melalui
Berita Lainnya
"Besok Kita Belanja ke Soping Emper Toko" (1)
"Tong, Kenapa Kamu teh?" (1)
"Bulan Ramadan ini Bulan Ujian!" (3)
"Bulan Ramadan ini Bulan Ujian!" (1)
"Tong Kenapa Kamu teh?" (3)